close
Breaking news

Aksira – Aksi Kesetiakawanan Sosial Indonesia Raya ...read more Lombokpost.net PRAYA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aksi Kesetiakawanan Sosial ...read more

Rakernas AKSIRA Dibuka, Hashim Sebut Salut Kepada Pengurus Kerja Tanpa Pamrih

Mataramnews.co.id

LOMBOK TENGAH – Ketua Dewan Penasehat AKSIRA Hashim S Djojohadikusumo merasa bangga dengan kehadiran AKSIRA. Dalam waktu yang relatif singkat sudah berdiri 34 DPD AKSIRA di seluruh Indonesia.

“Salut kepada para pengurus AKSIRA (Aksi Kesetiakawanan Sosial Indonesia Raya) yang melakukan kegiatan ekonomi sosial tanpa pamrih selama bertahun-tahun,” ucap Ketua Dewan Penasehat AKSIRA Hashim S Djojohadikusumo, pada pembukaan Rakernas AKSIRA di Lombok, dihadiri Wagub NTB HM. Amin, Wabup Loteng L. Pathul Bahri, Ketua Gerindra NTB H. Willgo Zainar, dan Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, Selasa (7/3/2017).

Diungkapkan Hasim, masuk politik melalui Partai Gerindra pada 2008 atas dasar kecemas dengan kondisi bangsa. Ia mengaku, meski orang-orang di sekitarnya menyatakan bahwa ranah politik itu kotor, dipenuhi setan-setan berkaki dua dan para koruptor namun orang tuanya selalu menyampaikan bahwa harus berbuat tanpa pamrih untuk negara.

“Untuk itu orang baik harus masuk ranah politik agar setan dan koruptor itu tidak bebas berbuat sesuka hati,” ujarnya.

Menurutnya, berapa kali di DPR dilalukan simposium membahas masalah perdagangan anak dengan mengundang semua stakeholder, juga telah dibentuk upaya pemberantasan masalah perdagangan anak dibawah Menkokesra dan Kabareskrim, namun setelah enam tahun tidak ada Juklak, bahkan terakhir DPR bersidang pada 2011, artinya UU, hukum dan aturannya bagus tapi Kementrian dan aparatnya tidak perduli dengan kasus perdagangan manusia hingga kasus ini terus berlangsung.

“Jika ingin berbuat baik di Indonesia sangat susah, namun sebaliknya berbuat kejelekan di Indonesia ini sangat mudah,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, harus masuk ranah politik ataupun bermitra dengan politik agar bisa berbuat baik. Ia mencontohkan, dari sepuluh parpol kecuali Partai Gerindra di DPR tidak ada yang berkenan menerima kehadiran kaum difabel guna meminta diterbitkannya undang-undang untuk kaum defabel, akhirnya April 2016 lalu disahkan Undang-Undang untuk kaum difabel.

“Dengan kemitraan antara AKSIRA dengan GERINDRA, maka banyak hal-hal baik yang dapat diperbuat, karena jika anda berniat memperkaya diri jangan masuk Gerindra,” ucapnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur (Wagub) NTB HM. Amin menyampaikan, kebanggaan bagi NTB khususnya Lombok Tengah telah dipilih menjadi lokasi Rakernas pertama AKSIRA. “Kami sangat mengenal orang tua dari Hasyim dan Prabowo yakni Almarhum Sumitro melalui buku-buku dan buah fikirnya, kita ingat bahwa beliau adalah yang pertama menyatakan bahwa APBN Indonesia bocor 30 persen,” ungkap Wagub.

Dikatakan Wagub, kehadiran perwakilan dari Aceh sampai Papua menunjukkan bahwa Gerindra sangat menghargai keberagaman. Saat ini, menurut Wagub, ada keresahan di hati masyarakat Indonesia terutama pertumbuhan ekonomi, toleransi dan masalah keberagaman.

Menurut Ketua Nasdem NTB ini, menilai Gerindra adalah partai yang sangat konsern terhadap masalah tersebut. “Bersama Partai Gerindra kami harap bisa bersama-sama membangun NTB,” ungkapnya.

Sementara dalam kesempatan itu, penyerahan bantuan sosial AKSIRA kepada Yayasan Wadah Titian Harapan oleh Ketum AKSIRA diterima ketua harian Yayasan. Juga dilakukan penyerahan Tanda Kasih berupa Plakat dan Lukisan karya pelukis Ira Natapradja oleh Annie Hasyim kepada Wakil Gubernur NTB HM. Amin, Anggota DPR RI/Ketua DPD Gerindra NTB H.Willgo Zainar dan Wakil Bupati Loteng L. Pathul Bahri.

Story Page